Senin, 19 Agustus 2013

Makna di balik Problema kehidupan.

Kisah yang akan saya tulis ini adalah kisah nyata, terinspirasi dari curhatan seorang sahabat, sebut saja Bunga.
Sengaja nama & tempat kejadian saya samarkan, untuk menjaga privasi dirinya.Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kisah ini.
Setiap manusia pasti punya masalah, ada yang berat ada juga yang sepele tapi dibikin rumit.. Yaaa itulah romantika hidup, di mana kita hanya bisa menghadapi, menjalani dan menikmati prosesnya, sambil menguji seberapa besar nyali kita menghadapi persoalan hidup yang penuh konflik.. Apakah kita termasuk insan yang lemah atau tegar dalam menghadapi ujian hidup yang selalu ada di setiap putaran roda kehidupan ?

Berawal dari pertemuan Bunga dengan seorang pria di suatu rapat pertemuan, Sebut saja Fajar. Fajar adalah salah satu klien di perusahaan di mana Bunga bekerja. Karena mereka merasa punya kesamaan pandangan akhirnya mereka saling jatuh cinta. Bunga adalah wanita karier yang cantik, yang terbiasa hidup mandiri, karena orang tuanya berada di Bengkulu. Fajar pria manis yang punya kedudukan mapan di salah satu perusahaan besar di Jakarta, dia juga rajin ibadah. Inilah alasan Bunga menerima cinta Fajar, pria manis berhidung mancung yang punya kedudukan mapan, rajin beribadah & sangat pandai bergaul. Tanpa ada keraguan sedikitpun, Bunga memperkenalkan Fajar pada keluarganya, keluarga Bunga pun menyambut hangat kedatangan Fajar. Saat itu orang tua Bunga langsung menaruh simpati dengan cara Fajar yang bisa dengan cepat menyesuaikann diri untuk bercengkrama dengan diiringi canda & tawa. Kehadiran Fajar disambut dengan penuh keramahan & hangat, sepertinya Fajar adalah sosok pria yang sangat diharapkan oleh orang tua Bunga. Dalam kurun waktu 6 bulan masa perkenalan, mereka memutuskan untuk menikah. Sebuah pesta besar-besaran diadakan di kediaman Bunga di daerah Bengkulu. Semua pihak keluarga besar Fajar yang ada di Jakarta hadir untuk memberi doa restu.
Setahun kemudian mereka dikarunia seorang anak lelaki, lucu & menggemaskan. Kelahiran cucu pertama bagi orang tua Bunga, menjadi suatu kebanggaan tersendiri, bahkan orang tua Bunga turut andil dalam pemberian nama bagi cucu pertama mereka, orang tua mereka memberi nama keluarga di akhir namanya. Fajar & Bunga tidak merasa keberatan bila orang tua Bunga ingin memberi satu nama keluarga bagi Rizky nama panggilan cucu kebanggaan mereka.
Fajar pun menjadi menantu kebanggan bagi orang tua Bunga, karena sejak Fajar menikahi Bunga rejeki selalu menghampiri pasangan muda itu, meskipun keluarga Bunga orang berada, tapi Fajar tidak pernah merepotkan orang tua Bunga. Rumah & mobil dibeli dari uang bersama milik Fajar & Bunga.
Dari hasil kerja Fajar yang sering mendapat tugas keluar kota, sebagian disisihkan untuk deposito & asuransi.

Sungguh siapapun akan merasa iri melihat keharmonisa keluarga muda yang mapan ini, meskipun Bunga bekerja tapi tetap memantau perkembangan Rizky yang diasuh oleh seorang pembantu. Bunga adalah istri yang bertanggung jawab, selalu berusaha memberi yang terbaik buat anak & suaminya. la menaruh kepercayaan penuh pada suaminya meskipun sering tugas keluar kota.
Suatu hari HP yang tidak pernah lepas dari genggaman Fajar, tertinggal di rumah, saat itu HPnya berbunyi karena ada SMS masuk, Indri si pengasuh Risky mengambil lalu menyerahkannya pada Bunga, Karena Bunga merasa ingin tahu apa isi SMSnya, maka ia membuka & membacanya. Betapa terkejut & hampir tak percaya dengan apa yang ia baca : " Kamu ada di mana sayang ? Aku kangen.. :*. ". Bunga beusaha menenangkan diri membaca SMS itu, lalu ia memutuskan untuk membuka semua SMS di inbox yang penuh dengan kata-kata mesra.. Tidak hanya itu bahkan ia melihat semua foto-foto yang ada, di situ Bunga tidak kuasa menahan diri.. Terkejut, Sakit hati, lemas & pikiran kacau, setelah melihat foto-foto orang yang sangat dicintai beradegan mesra dengan seorang wanita yang bukan muhrimnya, bahkan tanpa sehelai benang pun.
Bunga hanya bisa menangis & mencurahkan semua kegalauan & kesedihan pada Indri yang sudah dianggapnya sebagai sodara.. Mengingat Indri hidup merantau seorang diri di Jakarta.
" Ndri bapak selingkuh Ndri.. Bapak selingkuuuuh !! " Ucapan yang penuh dengan kemarahan bercampur kebencian terlontar dari mulut Bunga.
"Astagfirlloh bu..!! Begitu teriak Indri sambil memeluk Bunga.
"Saya harus gimana Ndri ?.. Saya bingung.. Pikiran saya kacau. "
" Istighfar buu, tenangin diri.." Indri berusaha menenangkan majikannya.
Setelah susah payah berusaha untuk sabar dan kuat, beberapa saat kemudian Bunga pun bisa sedikit tenang. Ia sadar bahwa persoalan yang tengah menimpa rumah tangganya tidak harus dihadapi dengan kegusaran.  Ia ingin segera memastikan pada Fajar apa yang sebenarnya terjadi, dan Fajar pun tiba - tiba kembali ke rumah dengan mimik wajah penuh kekawatiran. saat itu Fajar langsung bertanya pada Indri,
" Indri kamu lihat HP sy ? "
Sebelum Indri sempat menjawab, Bunga langsung berkata " Ini HP mu pah.." dan Fajar pun langsung merebut HP itu dan hendak berangkat lagi, tapi sebelum melangkah keluar Bunga langsung berkata,
" Aku ingin bicara sebentar.. " Pinta Bunga pada suaminya.
" Mau bicara apa ? Aku sudah telat ke kantor mah. "
Bunga langsung menarik Fajar ke kamar agar perbincangan mereka tidak didengar Indri dan Risky anak semata wayangnya.
" Kamu selingkuh kan ? Semua sudah terbukti pah !! "
" Kalau memang aku selingkuh kamu mau apa hah ??!! Fajar langsung menjawab dengan nada membentak, tanpa memperdulikan perasaan Bunga yang sakit hati.
"Tega kamu pah, aku selalu setia pada janji kita saat menikah dulu, tapi apa balasanmu ? "
" Alaaaah sudah !! Aku ga mau bicara soal itu" !! Jawab Fajar sambil berjalan ke arah mobilnya. Dan Fajar pun pergi begitu saja tanpa mencium Risky terlebih dahulu seperti yang selalu ia lakukan.
Bunga hanya bisa menangis lemas, tak percaya dengan apa yang terjadi, suami yang sangat ia cintai telah berpaling pada wanita lain.
Dengan suasana hati yang tidak karuan, hari itu Bunga memutuskan untuk tetap bekerja seperti biasa, ia terus mencoba menepiskan perasaan sakit hati atas penghianatan suaminya.. semakin ia coba fokus pada pekerjaan semakin kacau perasaannya. Ternyata bos Bunga memperhatikan hal yang tidak biasa pada diri Bunga.
"Kamu kenapa sih ? Tidak biasanya kamu bekerja dengan hasil kerja seperti ini, saya tidak ingin ada karyawan saya yang tidak fokus bekerja !! Kalau memang sudah tidak betah bekerja di perusahaan ini, si;lahkan saja resign. !  " Begitu ketus pak Teguh menegur Bunga. Pak Teguh adalah dirut yang cukup ditakuti, selalu berkata dengan bahasa ketus bila menegur para karyawannya
" Maaf pak.. Saya memang sedang ada masalah keluarga....." Jawab Bunga dengan wajah sedih.
" Kalau boleh saya tahu, ada masalah apa ? " Tanya pak Teguh dengan nada bicara sedikit melunak.

Mulailah Bunga menceritakan semua masalah pribadi nya pada pak Teguh di ruang kerjanya, hingga tak kuasa sampai Bunga menangis.. Seketika itu juga Pak Teguh memegang tangan Bunga dan berkata,
" Anggap saya kakakmu, saya bersedia menjadi teman berbagi cerita suka maupun duka, kamu tidak sendiri Bunga " Jawab Teguh sebagai bentuk rasa simpatinya.
Sejak Bunga mencurahkan masalah pribadi pada Teguh, mereka sering jalan makan siang berdua. Teguh pun tanpa sungkan membicarakan masalah pribadinya. Ternyata mereka memiliki masalah yang sama. Istri teguh selingkuh dengan mantannya.. Hal itu yang membuat Teguh stress hingga ia sering marah-marah tanpa sebab pada karyawannya. Bunga pun akhirnya bisa mengerti dengan sikap Teguh selama ini.
Meskipun mereka dekat tapi hubungan mereka hanya sebatas sahabat, sikap profesioanlisme lebih diutamakan.. Bila ada kesempatan ngobrol Teguh tidak selalu membahas masalah pribadinya, ia lebih sering bertanya pada Bunga tentang masalah rumah tangganya.
" Saya melihat kamu tidak ada kekurangan sedikitpun Bunga, cantik, smart, bertanggung jawab, punya dedikasi.. Mengapa suamimu bisa tega menghianati istri sebaik kamu ? "  Tanya Teguh.
" Mungkin ada sikap saya yang tidak sesuai dengan harapan dia. " Jawab Bunga.
" Apa kamu masih mau memaafkan dia ? "
" Untuk saat ini saya belum bisa memaafkan dia..Rasa yang dulu  pernah ada kini hilang semua pak. Hanya saja saya sedang berusaha, untuk terus introspeksi diri, apa yang membuat dia berpaling dari saya. "
" Sungguh tolol sekali suamimu, tidak mau bersyukur & tidak tahu berterima kasih karena kamu telah memberi anak yang sehat & lucu. "
" Sudahlah pak.. Dalam hal ini saya harus berpikir lebih jernih untuk mencari jalan keluar dari masalah ini.. terima kasih, bapak telah bersedia menjadi teman berbagi cerita buat saya."
" Baiklah kalau itu maunya kamu.. Sy doakan agar kamu menemukan jalan terbaik bagi masalahmu." Jawab Teguh sambil meyakinkan Bunga bahwa dia tetap menjadi sabahat bagi dirinya.

Suatu hari saat Bunga pulang kerja, ia melihat Fajar sudah ada di rumah sambil terus SMS-an entah dengan siapa, tapi Bunga menduga Fajar sedang SMS-an dengan wanita yang ada di foto waktu itu..
" Sedang SMS-an sama siapa ? Pantas selama ini HP itu ga pernah jauh dari kamu, ke mana pun kamu pergi selalu saja HP itu ga pernah lepas dr sakumu. "
" Sekarang maunya kamu apa ? Aku memang ingin menikahi dia.. Semua sudah terlanjur terbuka. " Jawab Fajar dengan nada tinggi..
" Sekarang juga kamu pergi dari rumah ini !! Terserah kamu mau tidur di mana.. Tunggu sampai aku hubungi kamu, baru kamu boleh kembali ke rumah ini. Aku butuh waktu untuk berpikir... Cepat ! Keluar dari rumah ini !!  " Jawab Bunga tak kalah tinggi nada bicaranya.
" Baiklah !! Aku akan pergi tapi Risky harus ikut aku.." jawab Fajar dengan lantang.
" Jangan pernah kamu bawa Risky, sampai kapanpun Risky anakku, aku yang melahirkan.. Sekarang juga kamu angkat kaki dari rumah ini. " Ucap Bunga sambil mata terbelalak. 
Fajar tahu, dirinya salah tapi ego diri menguasai pikiran dan tindakannya.. Ia berjalan ke arah kamar hendak mengemas baju dengan koper yang tidak terlalu besar.. Malam itu juga Fajar pergi meninggalkan rumah.
Bunga hanya bisa diam terpaku melihat suaminya yg telah pergi entah ke mana. Fajar yang dulu sangat ia cintai telah berubah drastis. Esok harinya Bunga memutuskan untuk cuti selama seMinggu, ia butuh waktu untuk merenung, menenangkan diri & berusaha mencari jalan terbaik. Ia berkunjung ke rumah mertuanya seorang diri sambil memastikan apakah suaminya ada di sana, ternyata tidak ada.. Kesempataan inilah yang digunakan Bunga untuk menceritakan kelakuan Fajar, pd orang tuanya.. Betapa terkejutnya orang tua Fajar melihat kelakuan anak kebanggaan mereka, mereka tahunya Fajar rajin ibadah jadi sangat tidak masuk akal bila sampai melakukan hal menjijikan itu. Bunga sangat cerdas, saat HP Fajar tertinggal di rumah ia langsung bluetooth semua foto-foto yang ada di HP Fajar ke HP-nya sebagai bukti yang tidak terelakan lagi bila suatu saat nanti diperlukan dalam persidangan perceraian. Setelah Bunga memberitahu orang tua Fajar tentang bukti-bukti perselingkuhan anaknya, orang tua Fajar meminta maaf atas kelakuan anaknya dan memohon agar Bunga tidak terburu-buru ambil keputusan, mengingat Rizky masih kecil. Bungapun menuruti harapan mertuanya. Bunga juga bingung memberitahu masalah yang sebenarnya pada orang tuanya, mengingat Fajar adalah menantu kebanggan keluarganya. Sebisa mungkin ia akan menutupi masalah rumah tangganya pada orang tuanya.
Ketika pikiran kacau makin mendera benak Bunga, ia memutuskan melepas penat sejenak, ia pergi ke sebuah cafe seorang diri, Secara kebetulan ia bertemu dengan teman kerjanya Agus sedang bersama teman prianya, Agus sudah mendengar masalah rumah tangga Bunga, Ia cukup bisa dipercaya menyimpan rapat masalah rumah tangganya dengan Fajar. Bunga memperhatikan antara Agus dan Rudy seperti sedang membicarakan masalah serius. Bunga merasa tidak ingin mengganggu, tapi ketika itu juga Agus memanggil namanya.
" Bunga.. " panggil Agus sambil melambaikan tangan ke arah Bunga..
Agus pun segera menghampiri Bunga, mengajaknya untuk bergabung di satu meja.
" Kenalkan ini temanku Rudy.. " Agus mengenalkan Bunga pada Rudy
" Apa kabar Bunga ? Tanya Rudy sambil terus menatap mata Bunga.
" Kabarku baik, " jawab Bunga dengan senyum dipaksakan.
" Kamu mau minum apa ? Biar aku yang traktir malam ini.." Agus menawarkan Bunga.
" Yaaa telat aku sudah keburu pesan duluan " jawab Bunga.
" Gimana klo kita sambil karoukean ? " Tanya Agus pada Bunga.
" Aku lagi ga mood untuk nyanyi.. Kalian saja yang nyanyi, aku dengerin." Jawab Bunga.

Malam makin larut, Setelah puas berkaraouke, Bunga pun merasa lelah dan mengantuk. Mereka memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing meski merasa masih kurang lama waktu untuk berbincang. Mereka sepakat ingin bertemu lagi esok harinya.
Agus dan Rudy mengantar Bunga sampai depan rumahnya, Rudy memberanikan diri minta nomor HP Bunga, karena Bunga yakin Rudy orang baik-baik maka Bunga pun memberikan nomornya.

Sejak itu antara Agus, Rudy dan Bunga sering jalan-jalan menghibur diri, Agus juga sering mengajak kekasihnya Mitha untuk ikut serta, jadilah mereka berempat pergi ke tempat-tempat hiburan. Rudy & Bunga pun nampak makin akrab, tanpa sepengetahuan Agus, Rudy sering mengajak Bunga untuk jalan berdua saja. Sampai suatu ketika, terjadi perbincangan yang agak serius.. Rudy merasa jenuh dengan istrinya, sejak menikah & punya anak, istrinya tidak lagi memperhatikan penampilannya, tubuhnya makin gemuk, perhatiannya lebih fokus ke anaknya.
" Maaf sebelumnya, sejak pertama aku melihat kamu aku langsung jatuh cinta, kamu adalah sosok wanita idamanku Bunga.. Aku telah mendengar dari Agus kalau rumah tanggamu juga sedang bermasalah, nasib kita sama, mungkin Tuhan sengaja mempertemukan kita agar kita bisa saling mengisi." Dengan berkata jujur Rudy ungkapkan segala perasaanya.
" Aku takut kalau istrimu sampai tahu Rud.. Aku ga ingin jadi perusak rumah tangga orang, " Jawab Bunga dengan penuh kekawatiran.
" Apa suamimu saat menghianati istri secantik kamu punya pikiran seperti kamu ? Tanya Rudy.
Bunga tidak menjawab sepatah katapun.
" Coba kamu pikirkan, dia lebih mengutamakan wanita itu, apa suamimu menjemput kamu setiap pulang kerja ? Tidak kan ? Dia malah ajak pergi wanita itu dengan kendaraan hasil keringat kamu dan suamimu.. Kapan kamu menikmati hasil kerja kamu ? Sudah jelas-jelas dia tidak mencintai kamu. Pada hal kamu istri yang cantik, berpendidikan, menarik.. Kamu masih punya banyak kesempatan untuk mendapatkan sosok pria yang bersedia membahagiakan kamu. Apa yang kamu harapkan dari suami yang sudah tidak lagi mencintai kamu ? " Tanya Rudy yang berusaha meyakinkan pendapatnya.
Dalam hati Bunga berkata, bahwa omongan Rudy memang ada benarnya, tanpa sadar Bunga pun menyambut cinta yang ditawarkan oleh Rudy, hingga malam itu terjadi terjadi hubungan terlarang, mereka melakukan hubungan suami istri, dengan penuh hasrat dan gejolak jiwa yang tidak bisa mereka bendung. Cinta terlarang itu terjadi begitu singkat, semua karena rasa dendam dan putus asa atas apa cobaan yang Bunga hadap.
Setelah mereka melakukan hubungan terlarang itu, Rudy mengantar Bunga pulang sampai ke depan pintu pagarnya. Bunga berusaha untuk bersikap biasa seolah tidak terjadi apa-apa. Beberapa hari kemudian Rudy menelpon Bunga untuk mengajaknya bertemu di tempat biasa. Bunga pun menuruti karena takut ada hal-hal di liuar dugaan terjadi. Bunga kawatir bila istri Rudy tahu tentang apa yang pernah dilakukan bersama Rudy.
" Ada apa Rud ? " tanya Bunga penasaran.
" Semalam aku ribut hebat dengan istriku, dia curiga kalau aku telah selingkuh, karena mencium aroma parfum wanita pada waktu aku pulang dari hotel saat bersama kamu."
" Terus, kamu bilang apa pada istrimu ? Aku jadi kawatir Rud " ucap Bunga penuh dengan rasa kawatir.
" Dia bilang, Kamu boleh ceraikan saya asal kamu berani sebutkan satu saja kekurangan diri saya.. aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk anakmu dan dirimu, aku memang tidak semenarik dulu, tapi aku begini demi anak kita, aku rela tubuhku tak seindah dulu lagi demi mengandung buah hati kita. Aku selalu melakukan dengan penuh tanggung jawab semua tugas yang menjadi kewajiban aku." Begitu istriku bilang, sejak dia bicara seperti itu aku terus kepikiran tentang apa yang pernah kita lakukan.. Aku merasa berdosa pada istriku... Untuk itulah aku ingin minta maaf atas semua yang telah terjadi diantara kita, Lebih baik kita lupakan saja. " Ucap Rudy dengan raut wajah penuh penyesalan.
" Aku juga menyesal atas kekhilafan kita Rud.. Semoga hal ini tidak terjadi lagi." jawab Bunga sambil mata berkaca.
Setelah mereka sepakat untuk tidak saling berhubungan lagi, mereka kembali ke rumah masing-masing.
Dalam perjalanan pulang, di dalam Taxi, Bunga menangis menyesali perbuatannya, ia merasa dirinya kotor,
" Ya Tuhan maafkan kekhilafanku, ampuni dosaku.. Aku telah berbuat dosa besar. Aku merasa diri ini kotor.." Ucap Bunga dalam hati sambil menangis tanpa henti.. Sesampainya di rumah Bunga melakukan solat malam.dan berdoa dengan penuh penyesalan atas apa yang telah ia lakukan. Bunga pun merenungi omongan Rudy tentang berkurangnya rasa cinta terhadap istrinya yang tidak lagi menarik di mata Rudy. Apa karena fisiknya telah berubah hingga Fajar jadi berpaling ke wanita yang lebih muda & cantik melebihi dirinya ??  Bunga juga merasa berdosa terhadap istri Rudy yang ternyata luar biasa baiknya..

Esok harinya Bunga menelpon Fajar.. " Pah pulanglah sekarang juga, ada yang ingin aku bicarakan. Penting !! " Bunga langsung menutup telpon sebelum Fajar menjawab.
Fajar pun pulang disambut senyum terbaik Bunga.. 
" Kamu boleh nikahi dia tapi jangan ceraikan saya, Semua ini sudah aku pikirkan masak, jika wanita itu bisa membahagiakan kamu, aku rela kamu nikahi dia, Tolong katakan apa yang kurang dari diri aku, akau ingin tahu pah.. Aku telah berusaha menjadi istri yang baik, aku telah memberi anak yang luar biasa lucunya. Rizky buah cinta kita yang Allah titipkan buat kita,  kita susah payah membangun rumah tangga ini.. Tapi kamu malah merusaknya hanya demi nafsu sesaat.
" Maafkan aku mah, maafkan atas segala kekhilafanku.. Selama aku pergi meninggalkan rumah ini, aku terus berpikir tentang rumah tangga kita. Aku mencintai kamu & anak kita Risky.. Dian memang masih terus menggoda aku, tapi aku berjanji untuk tidak lagi menemui Dian. sebenarnya aku gak cinta pada dia.. Dia terlalu agresif sampai membuat aku hilang kesadaran... Aku tahu kamu menemui papa & mamaku, aku abis-abisan dimarahi mereka.. mama & papa minta aku untuk segera pulang, tapi aku ingat kamu bilang akan menghubungi aku.. jadi beberapa hari aku tidur di rumah papa.. sambil menunggu kamu telpon aku.. Aku bersumpah sejak aku pergi dari rumah ini aku terus dibayangi wajah kamu... Ada merasa takut melakukan hal yang pernah terjadi...Maafkan aku Bunga. " Fajar berkata dengan penuh meyakinkan Bunga.
" Jadi papa tidak pernah mencintai Dian ? tanya Bunga dengan wajah semringah.
" Hanya kamu dan Rizky yang aku cinta." jawab Fajar sambil mencium kening Bunga.
" Bagaimana klo lusa kita ke Bengkulu menengok mama papamu ? Sudah lama kan kita ga menengok mereka ? " lanjut Fajar sambil tersenyum..
" Baiklah.. terima kasih pah, papa dan mama pasti senang mendengar kita akan ke sana..Mereka pasti juga kangen dengan Risky " jawab Bunga dengan penuh keharuan..

Sungguh kisah yang mengharukan bukan ? Kita berharap semoga mereka hidup rukun.. Kadang untuk mencapai puncak kehidupan yang indah itu memang harus kita lalui dengan banyak cobaan dan ujian.. Bila kita bisa lewati semua ujian itu maka kita makin mengerti makna kehidupan itu sendiri.
Seperti halnya untuk mencapai puncak gunung yang indah kita harus lalui jalan yang mendaki lagi terjal. Tapi setelah sampai ke puncaknya rasa lelah itu pun hilang seketika berganti dengan kepuasan yang tiada tara, menatap keindahan alam dari puncak gunung, adalah pesona yang tak dapat kita beli dengan uang.. Begitu pula romantika hidup bersama pasangan, ketika kita mampu melewati ujian dan cobaan hidup, kita akan merasakan arti hidup yang sesungguhnya, Kebahagiaan dan kebaikan itu pada akhirnya akan kita rasakan dan semua itu tak dapat kita beli dengan uang... Tapi semua tergantung bagaimana usaha kita untuk meraihnya..
Terima kasih. :)
 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar